Penghalang
terbesar dari segala mimpi kita di dalam hidup adalah diri kita sendiri,
tepatnya adalah “konsep” kita
tentang hidup kita. Konsep adalah
abstraksi dari pikiran kita atas segala hal yang ada. Kita menggunakan konsep
sebagai simbol untuk menjelaskan dunia. Namun, konsep bukanlah dunia. Ia
hanyalah simbol, yakni alat pembantu untuk memahami dan menjelaskan dunia.
Sering
kita mengira konsep yang kita pikirkan sebagai kenyataan. Karena pikiran yang
terus bekerja dan melihat berbagai kemungkinan, kita pun seringkali berkutat
dengan konsep-konsep di kepala kita. Hasilnya adalah rasa khawatir dan takut
berlebihan atas sesuatu yang belum ada atau bahkan tidak ada. Karena ketakutan yang
berlebihan justru dapat menyebabkan keinginan dan rencana kita pun hancur
sehingga hidup kita pun menderita.
Semua
orang ingin hidup bahagia. Namun, hampir semua terjebak pada konsep tentang
kebahagiaan, bahwa hidup yang bahagia itu harus memenuhi syarat-syarat tertentu
yang ada di kepalanya, yakni “konsep
kebahagiaan”. Ia pun berusaha mewujudkan semua syarat-syarat itu
dengan segala daya usaha. Ironisnya, ia tidak akan pernah bahagia, karena ia
terjebak pada konsep tentang kebahagiaan.
Secara
alamiah, Kebahagiaan yang sejati bisa dicapai, jika kita melepas semua
pandangan kita tentang arti dari kebahagiaan, bisa dibilang, kebahagiaan tanpa
“kebahagiaan”.
No comments:
Post a Comment