Kita hidup dalam dunia yang selalu tidak cukup. Banyak hal muncul
dalam bentuk yang kurang, dari yang kita harapkan. Gaji yang tak pernah
cukup mencukupi kebutuhan hidup. Waktu yang selalu tidak cukup untuk
keluarga, atau orang-orang yang kita cintai.
kata orang, kita harus berbicara
benar. Atau, kita harus mengatakan kebenaran. Akan tetapi, itu tidak
mungkin. Bahasa kita tidak cukup untuk mengatakan kebenaran. Bahasa kita
terlalu miskin untuk menyatakan kebenaran.
Ketika kita
berkata, bahasa langsung mengurung maksud kita ke dalam kata dan
grammar. Ada jarak yang cukup besar antara kata yang terucap dan maksud
di dalam hati. Kata-kata dan bahasa kita tidak cukup untuk mengungkapkan
apa yang ingin kita ungkapkan.
Apa
yang kita tangkap dengan pikiran kita hanyalah sebagian kecil dari
kekayaan realitas yang ada. Dengan kata lain, pikiran kita tidak cukup
untuk menangkap keluasan kenyataan yang ada. Kenyataan atau realitas
yang sesungguhnya jauh lebih kaya daripada apa yang bisa kita tangkap
dan pahami dengan pikiran kita.
Kita bertindak berdasarkan maksud, berdasarkan harapan. Akan tetapi,
tindakan kita tidak pernah cukup mewujudkan harapan kita. Seorang ayah
amat mencintai anaknya. Namun, tindakannya tidak akan pernah cukup
menggambarkan cintanya pada anaknya. Begitu juga tentang seorang yang mencintai pasanganya, tindakannya tidak akan pernah cukup
menggambarkan cintanya pada pasanganya tersebut. Ada jarak antara apa yang kita
rasakan sesungguhnya, dan tindakan yang kita lakukan untuk menampilkan
perasaan tersebut.
Ketika kita berusaha memahami sesuatu, kita menggunakan konsep. Kita
menggunakan konsep, tidak hanya di dalam ilmu pengetahuan,
tetapi juga di dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, setiap konsep
atau teori tidak akan pernah bisa menangkap kekayaan kenyataan yang ada.
Konsep atau teori (rumusan ilmiah) tidak pernah cukup untuk menangkap
apa yang sesungguhnya terjadi.
Misalnya, seorang siswa mendapatkan nilai rendah dalam ujiannya. Padahal, ia
telah belajar dengan keras. Nilai-nilai sebelumnya juga baik. Hanya
saja, ketika ujian akhir datang, ia merasa gugup, dan tak mampu
mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan tenang. Akhirnya, nilainya
rendah. Ia pun gagal dalam ujian akhirnya.
Hasil ujian tidak pernah bisa menangkap usaha belajar seseorang.
Nilai tidak pernah cukup menandakan kerja keras seorang murid. Inilah
yang harus disadari oleh semua pendidik di Indonesia. Proses belajar,
yang merupakan proses yang berkelanjutan dan dinamis, tidak akan pernah
bisa dipahami hanya dengan melihat nilai.
Kenyataan hidup juga tidak akan pernah cukup untuk mewujudkan seluruh
harapan kita. Harapan adalah gambaran ideal tentang kenyataan. Walaupun
pikiran dan bahasa kita tidak akan pernah bisa menangkap kekayaan
kenyataan yang ada, kenyataan itu sendiri pun masih terlalu sempit untuk
harapan manusiawi kita. Harapan selalu lebih luas dari kenyataan.
Setiap hari, kita membuat janji. Kita, tentu, berusaha menepatinya.
Namun, tidak pernah kita 100 persen bisa menepati janji kita. Tindakan
menepati janji selalu tidak cukup untuk mewujudkan janji itu sendiri,
walaupun segala upaya telah dilakukan.
Pada akhirnya, kita harus belajar untuk memahami apa yang tidak
cukup dalam hidup kita. Kita harus mengembangkan di dalam diri kita kesadaran akan ketidakcukupan. Di dalam hidup yang begitu kaya dan
dinamis ini, kesadaran akan ketidakcukupan adalah suatu bentuk
kebijaksanaan. Hidup memang selalu kurang. Namun, mungkin saja bukan
hidup yang kurang, melainkan diri kita sendiri, sebagai manusia, yang
juga kurang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Antagonis - Politik
Antagonis - Politik Faktor Penyebab Beberapa sebab utama dari krisis politik ini, yakni feodalisme, oligarki dan banalitas kejahat...
-
Sekilas tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Apa itu Pemanasan Global? Pemanasan Global adalah proses kenaikan suhu rat...
-
Rubella, umumnya dikenal sebagai campak Jerman, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Nama "rubella" berasal dari...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sains dan tekhnologi saling bedampingan. Seiring semakin pesatnya perkembangan tekhnologi, maka diperlu...

No comments:
Post a Comment