Manusia adalah makhluk Tuhan yang tertinggi. Untuk mengkohkohkan ketinggian martabat manusia dalam rangka memenuhi fungsinya sebagai khalifah Allah di bumi, ajaran islam menegaskan perlunya ilmu dan agama. Akhirnya dalam hubungan manusia dengan agama, maka agama akan menjadi sumber paling luhur bagi manusia. Sebab yang digarap oleh agama adalah masalah yang mendasar bagi umat manusia, yaitu akhlaq. Kemudian segi ini dihidupkanya dengan kekuatan ruh tauhid dan ibadah kepada Tuhan, sebagai kewajiban dan tujuan hidup dari perputaran roda sejarah manusia di dunia.
Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah yang terakhir. Beliau diutus menyempurnakan agama-agama sebelumnya. Beliau membawa misi yang universal dan abadi. Universal artinya untuk seluruh manusia dan abadi maksudnya sampai ke akhir zaman. Dalam inti ajaran agama (Islam) yang beliau bawa adalah mengadakan bimbingan bagi kehidupan mental dan jiwa manusia, sebab pada bidang inilah terletak hakekat manusia yang menentukan bentuk kehidupan lahir. Nabi bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan keutamaan akhlaq”.
Akhlaq memiliki makna berbeda dengan moral. Moral mengandung makna laku-perbuatan lahiriah. Seorang yang punya moral saja, boleh diartikan seseorang karena kehendaknya sendiri berbuat sopan atau kebajikan karena suatu motif materiil, atau ajaran filsafat moral semata. Sifatnya sangat sekuler atau duniawi. Sikap itu biasanya ada selam ikatan-ikatan materiil itu ada, termasuk didalamnya penilaian mata manusia, ingin memperoleh kemasyhuran dan pujian dari manusia. Sikap yang tidak punya hubungan halus dan mesra dengan Yang Maha Kuasa, Yang Transcendent. Berbeda dengan akhlaq ialah perbuatan suci yang terbit dari lubuk jiwa yang paling dalam, karena mempunyai kekuatan yang hebat. “Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, daripadanya timbul perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran”. (Al Ghozali “Ihya Ulumuddin”)
Menurut ajaran islam berdasarkan praktek Rosulullah, pendidikan akhlaqul (akhlaqul karimah) adalah faktor penting dalam membina suatu ummat atau membangun suatu bangsa. Suatu pembangunan tidaklah ditentukan oleh semata dengan faktor kredit atau besarnya investasi yang melimpah, tetapi kalau manusia pelaksananya tidak memiliki akhlaq, niscaya segalanya akan berantakan baik itu disebabkan oleh penyelewengan atau korupsi. Demikian pula pembangunan tidak mungkin berjalan hanya dengan kesenangan melontarkan fitnah kepada lawan-lawan politik atau hanya mencari-cari kesalahan orang lain. Bukan pula dengan jalan memasang slogan-slogan kosong atau hany bertopang dagu. Yang diperlukan dalam pembangunan ialah Keikhlasan, kejujuran, jiwa kemanusiaan yang tinggi, sesuainya kata dengan perbuatan, prestasi kerja, kedisiplinan, jiwa dedikasi dan selalu berorientasi selalu ke depan serta pembaharuan untuk kepentingan bersama.
Program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha ialah pembinaan akhlaq mulia. Ia harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat. Akhlaq dari suatu bangsa akan menentukan sikap hidup dan laku-perbuatanya. Intelektual suatu bangsa tidak besar pengaruhnya dalam pembangunan atau keruntuhan, akan tetapi akhlaq jualah yang akan menentukan bangun dan runtuhnya suatu bangsa. “Kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaqnya kekal, jika akhlaqnya sudah lenyap, musnah pulalah bangsa itu”. (Ahmad Syauqi Bey)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Antagonis - Politik
Antagonis - Politik Faktor Penyebab Beberapa sebab utama dari krisis politik ini, yakni feodalisme, oligarki dan banalitas kejahat...
-
Sekilas tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Apa itu Pemanasan Global? Pemanasan Global adalah proses kenaikan suhu rat...
-
Rubella, umumnya dikenal sebagai campak Jerman, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Nama "rubella" berasal dari...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sains dan tekhnologi saling bedampingan. Seiring semakin pesatnya perkembangan tekhnologi, maka diperlu...
No comments:
Post a Comment